Dampak Tersembunyi dari Garam Jalan: Jika Terlalu Banyak Lebih Banyak Bahayanya Daripada Manfaatnya

4

Garam penghilang lapisan es, umumnya dikenal sebagai “garam jalan”, adalah bahan baku pengolahan musim dingin untuk permukaan es, namun penggunaannya yang berlebihan menimbulkan berbagai masalah selain hanya menghabiskan lebih banyak uang. Meskipun nalurinya adalah menerapkan secara bebas, para ahli memperingatkan bahwa penggunaan garam yang berlebihan dapat merusak infrastruktur, menimbulkan korosi pada kendaraan, dan membahayakan lingkungan.

Tanda-tanda Penggunaan Berlebihan yang Terlihat: Residu Asin

Salah satu indikator yang jelas dari penggunaan terlalu banyak garam adalah residu yang terlihat tertinggal setelah es mencair. Serbuk garam yang tersisa di permukaan menunjukkan bahwa penggunaan garam yang lebih sedikit dapat dilakukan secara efektif. Menurut Chrissie Handley, pakar solusi penghilang lapisan es di Online Rock Salt, moderasi adalah kuncinya. Sangat mudah untuk berasumsi bahwa lebih banyak garam berarti hasil yang lebih baik, tetapi hal ini tidak selalu terjadi.

Korosi dan Degradasi Logam

Garam penghilang lapisan es terkenal merusak logam. Mobil, infrastruktur, dan komponen logam apa pun yang terbuka rentan terhadap karat dan korosi jika terpapar dalam waktu lama. Seperti yang dikatakan Andrew Bates, COO Bates Electric, penumpukan garam dapat menyebabkan korsleting dan secara signifikan memperpendek masa pakai peralatan mahal. Ini bukan hanya soal estetika; ini masalah keuangan. Mengganti bagian yang terkorosi sebelum waktunya akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Kerusakan Beton: Dari Retak hingga Kerusakan Internal

Kerusakannya melampaui logam. Garam yang menghilangkan lapisan es mempercepat siklus pembekuan-pencairan, yang menyebabkan beton dan aspal retak. Handley memperingatkan bahwa penggunaan garam yang sering memperburuk masalah ini.

Masalahnya bukan hanya pada tingkat permukaan; air garam menembus beton, membeku kembali, dan menyebabkan pemuaian, yang menyebabkan retakan mikro. Dalam kasus yang parah, tulangan di dalam beton pun bisa berkarat. Beton segar sangat rentan terhadap kerusakan jenis ini karena belum sempat mengeras dan mengeras sepenuhnya. Garam bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida di dalam beton, mengembang dan menciptakan kelemahan tersembunyi.

Dampak Lingkungan: Kemana Perginya Garam Itu?

Dampak lingkungan seringkali diabaikan. Kelebihan garam yang mencairkan es tidak akan hilang—tetapi terbawa ke saluran air, sehingga berdampak pada ekosistem. Meskipun curah hujan pada akhirnya menghilangkan garam, tujuannya tidak dapat diprediksi, dan konsentrasi garam yang tinggi di wilayah tertentu dapat menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan.

Dampak jangka panjang dari meluasnya penggunaan garam belum sepenuhnya dipahami, namun jelas bahwa pendekatan yang lebih terukur diperlukan.

Kesimpulannya, menggunakan garam de-icing secara hemat bukan hanya tentang menghemat uang; ini tentang melindungi infrastruktur, memperpanjang umur kendaraan, dan meminimalkan kerusakan lingkungan. Kerugian tersembunyi dari penggunaan yang berlebihan jauh lebih besar daripada manfaat yang dirasakan dari penggunaan yang berlebihan.