Apa yang Tidak Boleh Disumbangkan: 7 Barang yang Tidak Diambil oleh Toko Barang Bekas (dan Apa yang Harus Dilakukan)

9

Banyak orang yang mendeklarasikannya dengan niat baik, berharap barang-barang mereka yang tidak diinginkan akan mendapatkan kehidupan baru melalui sumbangan. Namun, tidak semuanya diterima di toko barang bekas. Faktanya, beberapa barang menciptakan lebih banyak pekerjaan untuk amal dan sering kali berakhir di tempat sampah.

Berikut rincian tujuh hal yang menurut para profesional pengorganisasian harus Anda manfaatkan kembali, daur ulang, atau buang saja alih-alih menyumbang. Hal ini penting karena membebani toko barang bekas secara berlebihan dengan barang-barang yang tidak dapat digunakan akan mengurangi kemampuan mereka untuk melayani masyarakat secara efektif dan sering kali mengakibatkan pemborosan yang tidak perlu.

Seprai dan Handuk Tua: Masalah Kebersihan

Bantal, seprai, dan handuk sering kali ditolak karena masalah kebersihan. Toko barang bekas tidak bisa menjual kembali perlengkapan tidur bekas, dan sebagian besar akhirnya dibuang. Menurut Tina Priestly, pendiri Ready, Set, REFRESH, donasi harus bersih, aman, dan benar-benar dapat digunakan. Daripada menyumbangkan barang-barang ini, pertimbangkan untuk menggunakan kembali handuk bekas sebagai kain pembersih atau menghubungi tempat penampungan tunawisma atau pusat penyelamatan hewan, yang sering kali menerima sumbangan kain.

Furnitur Besar dan Usang: Masalah Ruang dan Nilai

Perabotan besar seperti sofa kuno atau peralatan makan sering kali ditolak. Matt Paxton, pakar perampingan, menjelaskan bahwa badan amal tidak mempunyai ruang untuk barang-barang yang dinilai terlalu tinggi secara emosional oleh keluarga tetapi jarang dijual. Jika furnitur Anda masih berfungsi, coba jual di Facebook Marketplace atau grup Beli Tidak Ada. Jika tidak, penghapusan sampah adalah pilihan yang lebih baik. Masalahnya bukan hanya kekacauan; hanya saja toko barang bekas tidak dilengkapi untuk menyimpan atau menjual barang-barang berukuran besar dan ketinggalan jaman.

Wadah Plastik Tidak Cocok: Masalah Tanpa Tutup

Menyumbangkan wadah plastik tanpa penutup tidak ada gunanya. Toko barang bekas membuangnya karena wadah yang tidak cocok tidak ada gunanya. Gunakan kembali: gunakan untuk taman di ambang jendela atau tempat makan burung. Masalahnya sederhana: kumpulan yang tidak lengkap menghasilkan lebih banyak pemborosan daripada menguranginya.

Perlengkapan Mandi Terbuka: Masalah Kebersihan dan Kedaluwarsa

Perlengkapan mandi bekas sebagian (lotion, sabun, makeup) juga ditolak. Jane Stoller, pakar produktivitas, menunjukkan bahwa toko barang bekas menghindari barang-barang tidak higienis yang sering kali cepat kadaluarsa. Periksa situs web pemerintah setempat untuk mengetahui opsi pembuangan atau daur ulang yang tepat. Masalah utamanya adalah kebersihan dan terbatasnya masa simpan kosmetik terbuka dan produk perawatan pribadi.

Buku Teks dan Buku Referensi Kedaluwarsa: Berat, Tidak Berguna, dan Memakan Tempat

Buku teks dan buku referensi lama seringkali terlalu berat, ketinggalan jaman, dan tidak dapat dijual. Toko barang bekas biasanya membuangnya sendiri. Sebelum membuangnya, carilah ISBN-nya untuk mengetahui apakah Anda dapat menjualnya kembali secara online atau di toko buku kampus. Jika tidak, daur ulang secara bertanggung jawab. Hal ini mencerminkan pesatnya pembaruan akademis: materi yang sudah ketinggalan zaman tidak lagi berharga bagi siapa pun.

Perlengkapan Bayi (Kereta Bayi, Walkers, Car Seat): Keselamatan Pertama

Toko barang bekas sering kali menolak kereta dorong bayi, alat bantu jalan, dan kursi mobil karena masalah keamanan. Meskipun tampak fungsional, namun mungkin tidak memenuhi standar keselamatan saat ini. Beberapa organisasi menawarkan program tukar tambah atau daur ulang jok mobil, namun sebaliknya, bongkar dan daur ulang suku cadang yang dapat digunakan. Risiko menjual perlengkapan bayi yang tidak aman lebih besar daripada potensi manfaatnya.

Barang Elektronik Rusak atau Kedaluwarsa: Masalah Limbah Teknologi

Terakhir, barang elektronik yang rusak atau ketinggalan jaman menghasilkan lebih banyak pekerjaan daripada nilai. Toko barang bekas kekurangan waktu dan kapasitas untuk memperbaiki atau membuang limbah elektronik dengan benar. Daur ulanglah secara bertanggung jawab. Pesatnya kemajuan teknologi berarti bahwa barang elektronik yang sedikit ketinggalan jaman pun akan segera menjadi usang dan tidak dapat digunakan.

Kesimpulannya, sebelum berdonasi, pertimbangkan apakah suatu barang benar-benar bermanfaat bagi orang lain. Jika tidak, gunakan kembali, daur ulang, atau buang secara bertanggung jawab. Penguraian yang efektif bukan hanya tentang menyingkirkan barang-barang; ini tentang memastikan barang-barang tersebut tidak menjadi masalah limbah orang lain.